Dapatkan Sekarang Juga !

Tips Merencanakan Proteksi
Yang Cerdas, Optimal, Menguntungkan
Isikan Nama Depan, Belakang,
Kemudian Klik "subscribe"
Tips Akan Terkirim ke Email Anda



Perbedaan Asuransi Syariah Dan Asuransi Konvensional

Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional memang penting untuk dipelajari karena hal ini adalah salah satu bahan pertimbangan ketika akan menentukan produk yang akan dibeli. Dengan memahami segala sesuatunya, anda dapat memutuskan produk mana yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.

Asuransi syariah sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang, mereka menginginkan produk - produk halal yang terhindar dari transaksi riba. Adanya produk asuransi jiwa syariah dan produk asuransi konvensional tentu membuat calon nasabah menimbang - nimbang, mana jenis asuransi yang akan dipilih. Sebenarnya apa ya, perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional.


PERBEDAAN ASURANSI SYARIAH DENGAN KONVENSIONAL

Berikut ini adalah perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional :

1. Prinsip kesepakatan 

Ini adalah prinsip yang menjadi perbedaan utama. Pada asuransi syariah, nasabah dan perusahaan asuransi membuat kesepakatan saling menolong atau ta’awuni dan saling melindungi alias takafuli antar mereka. Prinsip ini tidak ada dalam asuransi konvensional. Dalam asuransi konvensional, nasabah meminta perusahaan asuransi menanggung risikonya. 

2. Dalam hal menanggung risiko

Istilah di atas mungkin terdengar sedikit asing di telinga anda.  Asuransi syariah memakai konsep risk sharing, sementara asuransi konvensional menggunakan risk transfer. 
  • Risk sharing. Dalam asuransi syariah antar peserta asuransi saling tolong – menolong untuk membagi bersama risiko yang akan dihadapi dengan mengumpulkan sejumlah premi yang di dalamnya terdapat dana tabaru. Perusahaan asuransi hanya bertugas sebagai wakil untuk mengelola dana peserta tersebut. Namun ia mendapatkan ujrah atas jasanya dan bagi hasil dari investasi dana tabaru tersebut.
  • Risk transfer. Merupakan konsep asuransi konvensional dimana perusahaan menerima premi dari peserta sebagai kompensasi atas pengalihan risiko kepadanya. Artinya premi tersebut diakui sebagai milik perusahaan sepenuhnya. 
3. Konsep dana titipan (wadiah)

Dalam asuransi konvensional, ada istilah uang hangus jika tidak membayar premi sesuai kesepakatan syarat minimal waktu di awal. Hal ini tak terjadi pada asuransi syariah. Nasabah asuransi syariah bisa mendapat uang kembali meski belum datang jatuh tempo.
Hal ini berkat konsep wadiah (titipan). Jadi, dana akan dikembalikan dari rekening peserta yang sudah dipisahkan dari rekening tabarru.

4. Transparansi pengelolaan dana

Dalam hal ini juga terdapat perbedaan. Pada asuransi syariah menggunakan konsep pembagian yang jelas di awal. Mereka sudah mengatur dengan jelas berapa porsi pengelola, porsi untuk risiko dan risiko pemegang polis. Pada asuransi konvensional, seratus persen dana adalah milik perusahaan dengan alokasi kebijakan sesuai perusahaan masing-masing. 




5. Pemisahan dana peserta dan dana perusahaan asuransi. 

Dalam konsep asuransi syariah, perusahaan asuransi hanya membukukan upah yang mereka peroleh sebagai pendapatan perusahaan dan tidak membukukan seluruh premi.  Dalam asuransi konvensional, premi yang dibayar tertanggung otomatis milik perusahaan asuransi, kemudian premi tersebut oleh perusahaan asuransi dicatat sebagai pendapatan perusahaan. 

6. Dalam hal riba atau larangan lain

Dalam asuransi syariah, ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan seperti riba, gharar (ketidakjelasan dana) dan maisir (judi). Dalam asuransi konvensional, tentu alokasi investasi bisa dilakukan ke pos mana saja tanpa harus mempertimbangkan unsur riba. 

7. Dalam hal premi

Premi yang dalam asuransi syariah disebut dengan istilah kontribusi bulanlah milik perusahaan asuransi. Premi dikumpulkan untuk mendanai peserta yang terkena musibah. Dalam konsep syariah, perusahaan asuransi hanya mendapat upah dari peserta. Upah ini merupakan imbalan lantaran perusahaan asuransi bertugas mengelola transaksi asuransi, seperti pemasaran, administrasi, underwriting, pengelolaan portofolio risiko, pengelolaan dana tabarru, dan pembayaran klaim. Adapun pada asuransi konvensional, sebagai konsekuensi prinsip risk transfer, premi merupakan hak perusahaan asuransi sepenuhnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Asuransi Allainz adalah proteksi yang menyeluruh. Melindungi diri anda dan masa depan keluarga pada setiap tahapan kehidupan. Rencanakan manfaat asuransi optimal , klik ilustrasi manfaat asuransi